candi borobudur kerajaan di indonesia

PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DI PERGURUAN TINGGI (Studi Kasus di Program Studi pendidikan Sejarah IKIP PGRI Madiun)

Anjar Mukti Wibowo, Hermanu Joebagio, Sariyatun Sariyatun

Sari


Latar Belakang: Sejarah adalah peristiwa yang terjadi di masa lampau. Untuk mengetahui kejadian di masa lampau itu kita dapat dipelajari dari bukti-bukti yang ditinggalkan, baik yang berupa bukti material (fisik) maupun non material (non fisik), ataupun melalui sumber tertulis maupun tak tertulis. Nilai-nilai kearifan yang terkandung dalam sejarah mencakup nilai pedagogis, nilai praktis, nilai teoritis, nilai ke Tuhan-an, dan nilai filsafat. Penelitian ini bertujuan untuk; mendeskripsikan perencanaan pembelajaran sejarah lokal; mendeskripsikan proses pembelajaran sejarah; mendeskripsikan penilaian (assessment) pembelajaran sejarah lokal; menganalisis hambatan dalam proses pembelajaran sejarah lokal yang ada di Program Studi Pendidikan Sejarah IKIP PGRI  Madiun.

Metode: Penelitian menggunakan bentuk penelitan deskriptif kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus terpancang (Embedded case study research). Sumber data tersebut terdiri atas informan, tempat dan peristiwa, dokumen dan arsip. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam (in-depth interviewing), Pengamatan (observasi), Pencatatan Dokumen Arsip (content analysis). Untuk teknik cuplikan (sampling). Valliditas data menggunakan triangulasi data, trianggulasi peneliti, triangulasi metode, trangulasi teori. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis secara interaktif dengan tiga tahapan, yakni reduksi data (Data Reduction), Sajian data (Data Display ), Penarikan Simpulan (Verifikasi), secara bersinambungan.

Hasil: Hasil penelitian telah menunjukkan; perencanaan pembelajaran dosen membuat perangkat pembelajaran secara mandiri,dan tidak terlepas dari contoh yang terbuat secara terperinci;  proses pembelajaran sejarah lokal dalam mengajar dosen  kurang maksimal, kurangnya metode pembelajaran yang variatif dan inovatif, sehingga pembelajaran kurang jelas dan kurang maksimal; Kendala-kendala dalam pembelajaran sejarah lokal terdiri dari aspek perencanaan, pelaksanaan, serta faktor penunjang dalam proses pembelajaran; upaya mengatasi kendala masih terbatas dalam tataran teknis, dosen belum mengembangkan proses pembelajaran secara luas serta kurangnya fasilitas maupun peralatan pembelajaran; apresisai mahasiswa terhadap pembelajaran sejarah lokal sangat beragam, banyak mahasiswa memiliki ketertarikan terhadap pembelajaran sejarah lokal terhadap pengembangan materi yang bersifat luas, berfikir secara kritis terhadap suatu peristiwa ataupun kejadian yang ada.

Kata kunci: pembelajaran sejarah lokal, perguruan tinggi, IKIP PGRI Madiun.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.