candi borobudur kerajaan di indonesia

ANALISIS AJEG BALI MELALUI PENDEKTAN KEARIFAN LOKAL TRI HITA KARANA (Studi Kasus Pembelajaran Sosiologi, Sejarah, Geografi dan Ekonomi di SMA Negeri 2 Kuta, Bali)

I Kadek Yudiana, Sariyatun Sariyatun

Sari


Masyarakat Bali dalam berbagai aspek kehidupannya selalu berlandaskan dan berpedoman pada konsep Tri Hita Karana yang terdiri dari Parahyangan, Pawongan, Palemahan yang sangat menekankan adanya keharmonisan dan keseimbangan hidup antara manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa dan manusia dengan lingkungannya. Kehidupan dan kebudayaan masyarakat Bali dari waktu kewaktu mengalami perubahan sosial, akibatnya muncul sebuah wacana ajeg Bali dalam masyarakat untuk mepertahankan identitas Bali. Pendidikan  merupakan media yang sangat penting dalam proses menanamkan nilai-nilai Tri Hita Karana untuk menjaga keajegan Bali melalui pembelajaran sosiologi, sejarah, geografi dan ekonomi.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal Tri Hita Karana yang dapat diimplementasikan ke dalam pembelajaran sosiologi, sejarah, geografi dan ekonomi di SMA Negeri 2 Kuta, (2) Mengetahui bagaimana nilai-nilai kearifan lokal Tri Hita Karana diimplementasikan ke dalam pembelajaran sosiologi, sejarah, geografi dan ekonomi, (3) Mengetahui karakter dan identitas peserta didik yang dapat dibentuk setelah ditanamkan nilai-nilai Tri Hita Karana ke dalam pembelajaran sosiologi, sejarah, geografi dan ekonomi.

Penelitian ini mengacu pada beberapa teori, yaitu perubahan struktur sosial budaya, identitas etnik, kearifan lokal Tri Hita Karana, ajeg Bali, dan pembelajaran sosiologi, sejarah, geografi dan ekonomi.

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Kuta, Bali dengan menggunakan bentuk dan strategi penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, kuesioner, dan studi dokumen. Data yang diperoleh divaliditas dengan menggunakan triannggulasi data, peneliti, teori, dan metodelogis. Sedangkan teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Tri Hita Kara yang dapat dimplementasikan dalam pembelajaran sosiologi, sejarah, geografi dan ekonomi adalah nilai religius (prahyangan), nilai sosial (pawongan), dan nilai kecintaan terhadap lingkungan (palemahan). Nilai-nilai Tri Hita Karana sudah diimplementasikan dalam pembelajaran sosiologi, sejarah, geografi dan ekonomi di SMA Negeri 2 Kuta. Nilai-nilai Tri Hita Karana yang diimplementasikan dalam pembelajaran sosiologi, sejarah, geografi dan ekonomi dapat membentuk karakter dan identitas peserta didik.Karakter yang dibentuk adalah religius, sosial dan kecintaan terhadap lingkungan. Identitas yang dibentuk adalah identitas religius dalam keagamaan, sosial dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun dalam masyarakat, dan kecintaan lingkungan alam sekitar. Karakter dan identitas yang dibentuk oleh Tri Hita Karana akan dapat menjaga keajegan budaya Bali.

Kata kunci: Tri Hita Karana, Karakter, Identitas, Ajeg Bali, Pembelajaran sosiologi, sejarah, geografi dan ekonomi


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.