candi borobudur kerajaan di indonesia

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN FINANCIAL LITERACY BERBASIS NILAI-NILAI ANTI KORUPSI SEBAGAI INVESTASI SOSIAL: SEBUAH PEMIKIRAN

Ikka Nur Wahyuny - -

Abstract


Investasi sosial adalah salah satu komponen investasi pada sumber daya manusia untuk memajukan kesejahteraan agar setiap individu maupun kelompok agar dapat berkontribusi bagi penciptaan kesejahteraan. Beberapa tahun terakhir banyak negara maju dan berkembang mengkhawatirkan masalah tingkat Financial Literacy yang merupakan salah satu komponen sumberdaya manusia, komponen ini digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan keuangan. Kekurangan Financial Literacy merupakan salah satu faktor yang menyebabkan krisis keuangan terjadi, sehingga Financial Literacy sekarang diakui secara global sebagai elemen penting dari stabilitas ekonomi, keuangan, dan pembangunan. (INFE dikutip OECD, 2012:7). Edukasi dan sosialisasi Financial Literacy saat ini masih diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah menetapkan peraturan bagi Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dengan tingkat kepatuhan ketentuan edukasi dan perlindungan konsumen masih rendah dengan kegiatan edukasi masih terdapat kerancuan antara kegiatan edukasi dengan marketing. Rendahnya tingkat Financial Literacy masyarakat berbanding terbalik dengan tingginya nilai korupsi di Indonesia. Indonesia tercatat sebagai negara dengan peringkat korupsi 107 dari 174 negara (TII:2015). Edukasi dan sosialisasi mengenai nilai-nilai anti korupsi sudah dilakukan oleh pihak KPK dan mulai dilaksanakan oleh pihak lembaga pendidikan dengan mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran tertentu, misal Pendidikan Kewarganegaraan, Agama, Ekonomi, dan lainnya. Namun edukasi Financial Literacy masih dilakukan oleh pihak OJK bersama PUJK saja. Edukasi mengenai Financial Literacy dan nilai-nilai korupsi merupakan salah satu bentuk investasi sosial untuk meningkatkan modal manusia Indonesia ke depan yang hendaknya dapat dilaksanakan juga oleh masyarakat dan dunia pendidikan.

 

Kata kunci: Financial Literacy, anti korupsi, integrasi, investasi sosial

 

 


Full Text:

PDF

References


Ancok, D. (2002). Outbound Management Training: Aplikasi Ilmu Perilaku dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jogjakarta: UII Press.

Bergheim,S. 2010. Human Capital is the key to growth: Success stories and the policies for 2020, Frankfurt, Germany: Deutsche Bank Research, 2005

Cunningham, I. (2002). Developing human and social capital in organisations, Industrial and Commercial Training, Vol. 34, No.4.

Evans, A D and CJ Green & V Murinde. 2002. Human Capital and Financial Development in Economic Growth: New Evidence Using the Translog Production Function, International Journal of Financial Economics,7, 123-140, 2002.

Giddens, Anthony. 2003. Jalan Ketiga dan Kritik-kritiknya. Edisi terjemahan, dari buku “The Third Way and Its Critiques”, diterbitkan oleh Polity Press, Cambridge, 2000.

Hakim, Lukman. (2012). Model Integrasi Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam Ta’lim Volume 10 Nomor 2.

Hasan, Said Hamid. 2010. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum.

Huston, Sandra J. (2010). Measuring financial literacy. The Journal of Consumer Affairs, 44(2), 296-316. http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1745-6606.2010.01170.pdf, diakses pada tanggal 18 Oktober 2015.

Jappelli, Tullio. 2010. Financial Literacy An International Comparison. Network for Studies on Pensions, Aging, and Retirement Discussion Paper 09/2010/064.

Lister, Ruth. 2004. “New Policy Directions in OECD Countries: The Emergence of The Social Investment State”. Makalah, disampaikan pada seminar Exploring New Approaches to Social Policy: PRI Conference. Ottawa: Canada, 13 – 15 Desember.

Nurkasanah, Siti. (2013). Nilai-Nilai Pendidikan Antikorupsi dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Kasihan Bantul. Skripsi.

http://www1.mastercard.com/content/intelligence/en/research/reports/2015/mastercard-financial-literacy-index-report-2014h1.html

OECD. 2014. PISA 2012 Results: Students and Money, Financial Literacy Skills for the 21st CENTURY (Volume VI). OECD.

Otoritas Jasa Keuangan. (2013). Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia. Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan. (2015). Laporan Rencana dan Pelaksanaan Edukasi PUJK 2014 serta Laporan Rencana Edukasi PUJK 2015. Jakarta

Pani, N & K Jafar. 2010. ‘Mass Education-led Growth and Non-agrarian Villages: Long-term Results of the Kerala Model’, Oxford Development Studies

Perkins, Daniel, Lucy Nelms dan Paul Smyth. 2004. Beyond Neo-Liberalism: The Social Investment State? Australia: Centre for Public Policy University of Melbourne.

Memperingati hari anti korupsi sedunia. 2016. Harian Regional. [Online] Available at:http://www.harianregional.com/2015/12/memperingati-hari-anti-korupsi-sedunia.html

Tan Beng Wah. 2011. Of Value Proposition & Financial Literacy, The 4E journal, vol.11 No.2, 2Q Certified Financial Planner® (CEP) Penerjemah: Imam Khoiri. Yogyakarta: IRCiSoD


Refbacks

  • There are currently no refbacks.