candi borobudur kerajaan di indonesia

MENUMBUHKAN INTENSI BERWIRAUSAHA SISWA SMK MELALUI INKUBASI BISNIS

Ari Saptono - -

Abstract


ABSTRAK

 

Indonesia memiliki piramida penduduk tipe ekspansif yang sebagian besar penduduk berada pada kelompok umur muda. Rasio ketergantungan penduduk sebesar 48,6. Kondisi tersebut  menunjukkan bahwa Indonesia mendapatkan bonus demografi yang ditandai  tingginya proporsi jumlah penduduk usia produktif. Pengembangan kewirausahaan di Indonesia menjadi kebutuhan strategis nasional dalam meningkatkan kemandirian ekonomi untuk  mencapai kemakmuran masyarakat. Sekolah Menengah Kejuruan adalah salah satu lembaga yang bertujuan meghasilkan lulusan yang terampil dan siap kerja.

Data tingkat pengangguran terbuka berdasarkan tingkat pendidikan SMK mengalami peningkatan.  Hal ini menunjukkan bahwa lulusan SMK lebih banyak sebagai pencari kerja daripada menciptakan lapangan kerja atau sebagai seorang wirausahawan. Berdasarkan hasil penelitian yang dikembangkan dari Theory of  Planned Behavior yang dirumuskan oleh Ajzen menunjukkan bahwa lingkungan belajar, efikasi diri, dan sikap dapat mempengaruhi intensi. Inkubasi bisnis adalah alternatif model pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata dalam merintis, mengelola dan mengembangkan usaha bagi siswa SMK.Proses pembelajaran melalui inkubasi bisnis akan membentuk sikap positif dan keyakinan diri siswa dalam menjalankan usaha yang selanjutnya akan menumbuhkan intensi berwirausaha pada siswa. Intensi wirausaha  ditumbuhkan melalui Inkubator bisnis sebagai bentuk lingkungan belajar yang kondusif dalam membentuk kompetensi siswa SMK.

 

Kata Kunci: Intensi Berwirausaha, Inkubasi Bisnis

 

 

ABSTRACT

 

Indonesia has the expansive type population pyramid that most people are in the younger age groups. Population dependency ratio of 48.6. The condition shows that Indonesia get demographic bonus that marked the high proportion of the population of productive age. Development of entrepreneurship in Indonesia has become a national strategic needs in improving the economic independence to achieve the prosperity of society. Vocational High School is one institution that aims region contribute to graduates who are skilled and ready to work.

The data rate of unemployment by level vocational education has increased. This suggests that more vocational graduates as job seekers rather than creating jobs or as an entrepreneur. Based on the research results developed from the Theory of Planned Behavior formulated by Ajzen showed that the learning environment, self-efficacy and attitudes can influence intentions. Business incubation is an alternative learning models that provide a real experience in initiating, managing and developing the business for vocational students. The process of learning through business incubation will form a positive attitude and self-confidence of students in running the business which in turn will foster entrepreneurship in the student's intentions. Entrepreneurial intentions grown through business incubator as a form conducive learning environment in shaping the competence of vocational students.

 

Keywords: Intention Entrepreneur, Business Incubator


References


REFERENSI

Ajzen, I. 1991. “The Theory of Planned Behavior,” Organizational Behavior and Human Decision Process, 1991, pp. 188. Tersedia: https://www.arbeidsdeskundigen.nl/ (diakses 4 Desember 2015).

Ajzen, I. 2005. Attitudes, Personality, and Behavior (New York: McGraw-Hill Education, 2005), pp. 118-119.

Alma,Buchari. 2009.Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta

Dinis, A, et al. 2013. “Psychological Characteristics and Entrepreneurial Intentions among Secondary Students,” Education & Training, Vol. 55, No. 8/9, 2013, p. 764.

Erich J. Schwarz, et. al..2009. “The Effects of Attitudes and Perceived Environment Conditions on Students’ Entrepreneurial Intent An Austrian Perspective,” Education & Training, Vol. 51, No. 4, 2009, p. 272.

Gelard, P, et al. 2011. “Impact of some Contextual Factors on Entrepreneurial Intention of University Students,” African Journal of Business Management, Vol. 5(26), 2011, p. 10715.

Hasbullah, R dkk. 2014. Model Pendampingan UMKM Pangan Melalui Inkubator Bisnis Perguruan Tinggi, Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), April 2014 Vol. 19 (1): 43 49 ISSN 0853 – 4217, http://journal.ipb.ac.id/index.php/JIPI/article/download/8405/6551

Hisrich, Robert D. and Michael P. Peters. 2002.Entrpreneurship Fifth Edition. New York: Mc Graw-Hill, 2002.

Kartika, E. 2015. ”University Students’ Interest in Entrepreneurship: A Comparative Study between Taiwanese and Indonesian Students,” Tersedia: http://c021.wzu.edu.tw/ezcatfiles/c021/img/img/1815/05.pdf, p. 110 (diakses 20 Juli 2016).

Kemenristekdikti, Buku Panduan Inkubasi Binsis Teknologi Tahun 2017, p. 4.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Buku Guru Prakarya dan Kewirausahaan, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014, p. 1

Kunandar, Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013): Suatu Pendekatan Praktis Disertai dengan Contoh (Jakarta: PT RajaGrafindo, 2014), pp. 8-9.

Lupiyoadi, Rambat. 2007.Entrepreneurship from Mindset to Strategy. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Peraturan Presiden RI Nomor 27 tahun 2013 tentang Pengembangan Inkubator Wirausaha, http://bit.bppt.go.id/index.php/informasi-publik/repository-download-file/peraturan-kebijakan?download=14:perpres-no-27-tahun-2013-tentang-pengembangan-inkubator-wirausaha

Sriningrum, P. 2015. “Jumlah Wirausahawan Indonesia Kalah dari Malaysia & Singapura,”Okezone.com, 12 Maret 2015. Tersedia: http://economy.okezone.com/read/2015/ 03/12/320/1117586/ jumlah-wirausahawan-indonesia-kalah-dari-malaysia-singapura (diakses 2 Desember 2015).

Uno, B, H. 2012. Orientasi Baru dalam Psikologi Pembelajaran (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), pp. 9-10.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.