candi borobudur kerajaan di indonesia

SKEMA PEMBIAYAAN SYARIAH DARI PERSPEKTIF LOCAL WISDOM LAMPUNG “PIIL PESENGGIRI” (SUATU KAJIAN LITERATUR)

Leni Widiawati - -

Abstract


 

ABSTRAK

 

Skema pembiayaan syariah merupakan bagian dari ekonomi islam yang semakin berkembang di indonesia. Perkembangan tersebut harus memperhatikan local wisdom di setiap wilayah mengingat Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan  suku bangsa atau wilayah tersebut memiliki kearifan budaya yang berbeda-beda. Salah satu local wisdom yang ada adalah Piil Pesenggiri yaitu falsafah hidup yang diyakini oleh masyarakat Lampung. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan dari penulisan artikel ini untuk mengetahui tentang skema pembiayaan syariah dari perspektif local wisdom Lampung “Piil Pesenggiri” sehingga dapat diketahui apakah kedua hal  tersebut yaitu skema pembiayaan syariah dan Piil Pesenggiri mampu bersinergi dalam memberikan keadilan dan menimbulkan persebaran ekonomi yang merata serta meningkatkan kemaslahatan masyarakat Lampung. Kajian literatur digunakan sebagai metode dalam penulisan artikel ini. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa skema pembiayaan syariah sesuai dengan prinsip-prinsip local wisdol Lampung “Piil Pesenggiri” yang terdiri dari pesenggiri, bejuluk adek, nemui nyimah, nengah nyappur, dan sakai sambaian sehingga keduanya dapat saling bersinergi untuk pembangunan ekonomi yang adil dan meningkatkan kemaslahatan masyarakat Lampung.

 

Kata Kunci: Skema Pembiayaan Syariah, Piil Pesenggiri.

 

ABSTRACT

 

Sharia financing scheme is part of the Islamic economy developing in Indonesia. The development must pay attention to local wisdom of every region considering that Indonesia consists of various tribes having different wisdoms. One of the existing local wisdoms namely "Piil Pesenggiri" is the philosophy of life which is believed by Lampung society. Regarding this issue, this article aims at finding out the sharia financing scheme from the perspective of Lampung local wisdom "Piil Pesenggiri" so that it can be known whether the two are able to work together in giving justice and lead to equitable economic distribution and increase the walfare of Lampung society. Review of literature was used as a method in this article. The results show that the sharia financing scheme is in accordance with the principles of Lampung local wisdom "Piil Pesenggiri" consisting of pesenggiri, bejuluk adek, nemui nyimah, nengah nyappur, and sakai sambaian so that both can work together in a synergy for equitable economic development and improve the welfare of the Lampung society.

 

Key words: Sharia Financing Scheme, Piil Pesenggiri.

 


References


Agustin, Hamdi., & Rahman, F. A. 2014. The Cause and Solution of Global Financial Crisis: a Perspective of Islam. Arabian Journal of Business and Management Review (OMAN Chapter,3 (7),66 – 72.

Ahmad, K. &O.K. Ogunsola. 2011. An empirical assessment of Islamic leadership principles.International Journal of Commerce and Management, 21 (3), 291-318.

Arafik, Havis. 2016. Ekonomi Islam. Malang: EmpatDua.

Atyeh, M. H. 2015. The Development of The Islamic Financial System. International Journal of Arts & Sciences, 8 (7), 1 – 9.

Aziz, M. N., & Mohamad, O. B., 2016. Islamic social business to alleviate poverty and social

Choudhury, M. A. 2013. The “Impossibility Theorems” of Islamic Economics. International. Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 5 (3), 179-202.

FORBEDI., & ADESY. 2016. Ekonomi dan Bisnis Islam. PT Rajagrafindo Persada. Cetakan 1.

Hasan, Z. N. 2016. From legalism to value-oriented Islamic finance practices. Humanomics, 32 (4), 437-458.

Inequality. International Journal of Social Economics, 43 (6), 573-592.

Irianto, Sulistyowati., & Margaretha, Risma. 2011.Piil Pesenggiri: Modal Budaya dan Strategi Identitas Ulun Lampung. MAKARA, Sosial Humaniora. 15 (2), 140-150.

Islamic Financial System Help?. The Journal of Risk Finance, 12 (1), 15 – 25.

Kahn, M. A. 1991. The Future of Islamic Economics. Butterworth-Heinemann Ltd, 248-261.

Kementrian Dalam Negeri. Provinsi Lampung. http://www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah/provinsi/detail/18/lampung. Diunduh tanggal 19 April 2017, pukul 09.10 WIB.

KompasianaCom. Mengapa Pendatang ‘Tak Terjajah’ Bahasa Lampung. http://www.kompasiana.com/abioyiq/mengapa-pendatang-tak-terjajah-bahasa-lampung_550bcf7ca33311e11a2e39b5. Diunduh tanggal 19 April 2017, pukul 09.15 WIB.

Kusmant, T.Y., Sumarti, T., Damanhuri, D.S., & Saharudin. 2017.Sharia Implementation of Principles in The Dynamics of Economics in The Rural System of Java. Journal of Arts, Science & Commerce, 8 (1), 8 – 17.

M. Shabri Abd. Majid, M. S. A., & Kassim, S. H. 2015. Assessing the Contribution ofIslamic Finance to Economic Growth Empirical Eevidence from Malaysia. Journal of Islamic Accounting and Business Research, 6 (2), 292-310.

Mahomedy, A. C. 2013. Islamic economics: still insearch of an identity. International Journal of Social Economics, 40 (6), 556-578.

Mahyudi, M. 2015. Reviving the Islamic Economic System Through Shariah-Based Public Policy. Humanomics, 31 (4), 415-429.

Nurdin, A. F. 2009. Integralisme Islam dan Nilai-nilai Filosofis Budaya Lokal padaPembangunan Propinsi Lampung. UNISIA, 32 (71), 81 – 97.

Pairulsyah. (2013). Kualitas Pelayanan Publik Samsat Lampung dalam Perspektif Budaya Piil Pesenggiri. Fiat Justisia Jurnal Ilmu Hukum, 7 (2), 168-180.

Trabelsi, M. A. 2011. The Impact of The Financial Crisis on The Global Economy: Can The

Zia, M. D., & Din, N. N. 2016. Islamic Economic Rationalism and Distribuion of Wealth: A Comparative View.IOSR Journal of Business and Management (IOSR-JBM). 18 (4), 43 – 52.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.