candi borobudur kerajaan di indonesia

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN MATERI BANK, LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK DAN OTORITAS JASA KEUANGAN KELAS X SMA

Imam Hasan - -, Alfan Syukran - -

Abstract


 

ABSTRAK

 

Media pembelajaran merupakan komponen pembelajaran yang berguna untuk mempertinggi proses interaksi guru dengan siswa. Dalam kurikulum 2013 keberadaan media membatu siswa dalam memahami materi dengan pendekatan scientific namun masih sedikit digunakan. Disisi lain berdasarkan Perpres No. 82/ 2016 pemerintah mendorong pencapaian program literasi dan inklusi keuangan sebesar 75% pada tahun 2019. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan inovasi pembelajaran. Cara yang dapat dilakukan dengan penggunaan media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, media yang dikembangkan adalah video pembelajaran pada materi Bank, Lembaga keuangan Bukan Bank (LKBB) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan media video pembelajaran, untuk mengetahui hasil kelayakan media video pembelajaran dan untuk mengetahui respon siswa terhadap media video pembelajaran. Pengembangan video pembelajaran menggunakan model pengembangan Thiagarajan, Semmel dan Semmel atau model 4-P yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Namum pada penelitian ini hanya sampai tahap develop (pengembangan). Hasil kelayakan media menyebutkan ahli materi dengan prosentase 78, 84% menunjukan kriteria layak, dari ahli media dengan prosentase 88, 13% menunjukan kritera  sangat layak dan hasil respon siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Babat dengan prosentase 81,13% menunjukan kategori sangat baik, sehingga disimpulkan media video pembelajaran layak digunakan sebagai media pembelajaran.

 

Kata kunci: Pengembangan, Video, Pembelajaran, Keuangan.

 

ABSTRACT

 

Media learning is a component learning useful to increase the process interaction teachers with students. In the curriculum of 2013 ever present media petrified students in understanding the matter scientific but still little used. On the other side based on Perpres no. 82 / 2016 the government has urged of achievement of the program financial literacy and financial inclusion of 75 % in 2019. Based on it was necessary innovation learning. Way which may be done by the use of media in accordance with the purpose of learning, media developed was video learning to the matter bank, financial institutions is not bank ( LKBB ) and authority financial services ( OJK ). The purpose of this research is to find development media video learning, to known the result feasibility media video learning and to know response students to media video learning. The development of video learning using model of Thiagarajan, Semmel and Semmel or model 4-D that define, design, develop, and disseminate. But this research it is only until the develop steps. The results of the feasibility media mentions matter experts with a percentage of 78, 84% showed criteria are worthy,  from media experts with a percentage of 88, 13% showed criteria are very worthy and the results of the students responses class X SMA Muhammadiyah 1 Babat with a percentage of 81.13% indicates excellent category, so it concluded instructional video media worthy is used as a medium of learning. So inferred media video learning deserved used as a media of learning.

 

Keywords: Development, Video, Learning, Financial.

 


References


Abdulhak, I dan Darmawan, D. (2013). Teknologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Busyaeri, A., Udin, T., dan Zaenudin, A., Pengaruh Penggunaan Video Pembelajaran Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Mapel IPA di Min Kroya Cirebon. Al Ibtida. Vol. 3 (1), 116-137.

Febriyanti, E. (2014). Penggunaan Media Video Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa. www.digilib.unila.ac.id. Diunduh pada tanggal 9 April 2017. Jam 21.38 WIB

Kaufman, D. (2015). Preservice Teachers Use Digital Video to Reflect on Their Own Literacy Learning. Video Research in Disciplinary Literacies. Vol. 6, 251-268.

Pemerintah Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretaris Negara Republik Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia. 2014. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014 Tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: Jakarta.

Sadiman, A. S., dkk. (2011). Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sadiman, A. S., dkk. (2009). Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Pers

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Taylor, T. (2014). Guidelines for supporting placement learning via video communications technologies. Higher Education, Skills and Work-based Learning. Vol. 4, 66-83.

Trianto. (2011). Model Pembelajaran Terpadu Konsep,Strategi Dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi Aksara.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.